tribratanews.polresacehtamiang.com-Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, SIK. MH diwakili Waka Polres Kompol M. Nuzir, S.Sos didampingi Kasat Reskrim IPTU Ferdian Chandra, S.Sos dan Kasat Res Narkoba IPTU Wijaya Yudi Stria Putra, SH memimpin kegiatan Rapat Analisa Dan Evaluasi (Anev) Bulanan Penyidik di Aula Pesat Gatra Polres Aceh Tamiang. Rabu (28/2/18).

Kegiatan rapat dihadiri seluruh personil Sat Reskrim dan Kanit Reskrim Polsek Jajaran dan seluruh personil Sat Res Narkoba Polres Aceh Tamiang.

Kasat Reskrim memaparkan terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia tentang penetapan tersangka, penggeledahan & penyitaan masuk ke dalam materi gugatan pra peradilan dan 7 hari setelah Sprinsidik wajib kirim SPDP ke JPU, pelapor & terlapor kemudian Persyaratan penyidik/penyidik pembantu PP No. 58 tahun 2010, Perkap No. 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidik, TR Kapolri tentang kasus pengrusakan/ penyerangan/penganiyaan terhadap ulama /tokoh agama/tempat ibadah, Peraturan Kabareskrim Nomor 4 tahun 2014, Penyelesaian perkara (crime total & crime clearence) tahun 2016, 2017 & 2018, dan Tunggakan kasus 2016, 2017 & 2018.

Kasat Narkoba mengarahkan agar Kanit Reskrim jajaran Polsek diharapkan dapat menentukan jumlah/target dalam pengungkapan TP. Narkotika (3 LP dalam 1 Thn) dimana nantinya pada saat giat Ops Antik Rencong 2018 dapat  mengungkap 1 kasus, Setiap pengungkapan kasus Narkotika agar melaporkan ke Kasat Narkoba guna dikomulir dan diteruskan ke Direktorat sebagai bahan Anev mingguan dan Bulanan, pelaporan agar menjelaskan jumlah berat BB dan fhoto tersangka serta BB yg ditimbang, dalam proses penyidikan limit waktu penanganan perkara 60 hari, penanganan Perkara di input e-penyidikan dan bila  terkendala penanganan perkara berkoordinasi dengan fungsi pembina fungsi.

Terakhir Waka Polres menyampaikan arahan dan penekanan untuk Pedomani aturan & SOP dalam penanganan perkara, Perhatikan CT & CC, Atensi untuk penyelesaian tunggakan perkara, Target Narkoba Polsek jajaran minimal 3 kasus per tahun, Silahkan mengejar target tetapi tetap tidak mengabaikan aturan & perundang-undangan yg berlaku, agar para penyidik lebih serius dalam menyidik perkara yang sedang di tangani khususnya kasus-kasus yang berkaitan dengan tokoh agama dan tempat-tempat ibadah serta kasus yang bersifat konflik sosia.

 

loading...