ACEH TAMIANG – Tim Opsnal gabungan BNNK Aceh Tamiang dan Personil Polsek Kota Kualasimpang berhasil mengamankan tiga orang pelaku penyalahgunaan narkoba golongan I jenis sabu-sabu di depan Mako Polsek Kota Kualasimpang. Rabu (30/8/2017) pukul 17.45 WIB

Kapolres Aceh Tamiang AKBP. Yoga Prasetyo, SIK melalui Kasatres Narkoba Iptu. Wijaya Yudistira Putra, SH kepada tribratanews.polrescehtamiang.com membenarkan penangkapan ketiga pelaku tersebut. “Masing-masing pelaku berinisil DA als Dedy (22), TH als Herdi (23) dan AF als Bojel (27), ketiganya merupakan warga Dusun Melur Desa Perdamaian Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang”, terang Kasat.

Dipaparkan, barang bukti yang disita dari ketiga pelaku tersebut satu paket sabu ukuran besar yang dibungkus plastik bening seberat 21,23 (dua puluh satu koma dua puluh tiga) gram, satu unit mobil Avanza warna putih bernopol BL 660 U, kemudian dua unit ponsel genggam merk Sony warna Hitam dan ponsel merk Oppo warna putih, serta uang tunai sejumlah Rp. 600 ribu yang diduga hasil dari penjualan barang haram tersebut.

Sebelumnya, Penangkapan tersebut berawal saat tim gabungan BNNK Aceh Tamiang dan Personil Polsek Kota Kualasimpang mendapatkan informasi bahwa adanya satu unit mobil Avanza warna putih bernopol BL 660 U melintas dengan membawa Narkoba jenis sabu yang datang dari arah Medan menuju Kota Kualasimpang.

Mendapat informasi tersebut Tim Gabungan langsung menghentikan Mobil tepat didepan Mapolsek Kota Kualasimpang dan langsung diarahkan ke halaman Mapolsek. Kemudian saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ternyata ditemukan barang bukti satu paket besar Narkoba jenis sabu yang disembunyikan dibawah tempat duduk/jok bagian belakang.

“Dari hasil interogasi diketahui bahwa Nakoba jenis sabu tersebut diakui milik pelaku yang bernama DA Als Dedy yang didapatnya dari Andy (DPO) dengan cara dibeli dipinggir Jln. Setia Budi – Medan (Sumut) dan Sabu tersebut rencananya akan dijual/diedarkan kembali di Kota Kualasimpang”, lanjut Kasat.

Untuk selanjutnya terhadap ketiga pelaku dibawa dan diamankan oleh Satresnarkoba Polres Aceh Tamiang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Perbuatan mereka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 115 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana paling minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

 

Humas Atam
Riyan Nanda

loading...