ACEH TAMIANG – Amir Hamzah (35) warga Desa Alue Dua, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa terpaksa berurusan dengan hukum kerena mengaku sebagai anggota TNI-AD (Polisi Militer) nekad menerobaos razia yang digelar Satlantas Polres Aceh Tamiang di Pos Polantas Kota Kualasimpang, Senin (27/3/2017).
Informasi dihimpun tribratanews.polresacehtamiang.com, Amir Hamzah mengendarai mobil Honda Jazz warna silver BK 1980 PM dari arah Langsa menunju perbatasan Aceh-Sumut. Didalam mobil itu ada empat orang penumpang, tiga diantaranya anggota Perbakin Kota Langsa. Sesampainya dititik razia yakni, di jalan lintas Medan-Banda Aceh depan Polsek Kota Kualasimpang/Pos Polantas dia dihentikan oleh personel Satlantas yang sedang melakukan razia rutin guna memeriksa surat kelengkapan kendaraan. Namun, Amir Hamzah yang bertindak sebagai pengemudi tersebut justru tidak berhenti dan nekad menerobos plang razia petugas.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP. Yoga Prasetyo, SIK melalui Kasat Lantas AKP. Al Mahdi, SH, MH kepada tribratanews.polresacehtamiang.com membenarkan kejadian tersebut. Setelah mereka menerobos razia, anggota Satlantas langsung mengejar Honda Jazz silver tersebut dan berhasil dihentikan dikawasan Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda.
Kemudian kata Kasat Lantas, saat dilakukan pemeriksaan sopir Amir Hamzah mengaku anggota Polisi Militer sembari menunjukan Kartu Tanda Anggota (KTA) atas nama Abdul Halim berpangkat Serka NRP. 21980439230579 jabatan Ba Pomdam II/SWJ. Setelah itu petugas mengarahkan mobil untuk balik ke Pos Polantas guna dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih konfrehensif. Akan tetapi sampai di gerbang Kantor Satlantas mobil Jazz tersebut malah kabur tancap gas ke arah Kota Kuala Simpang.
“Kita mengejar dan berhasil menangkap mobil tersebut lewat perbatasan Aceh Tamiang di Desa Sala Haji, Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat. Kepada petugas pelaku mengaku takut karena memiliki KTA palsu,” terang Al Mahdi.
Dari penggeledahan yang dilakukan petugas Satlantas Polres Atam ditemukan 9 pucuk senapan angin milik Perbakin, satu lembar KTA TNI-AD diduga palsu, satu buah Baret Polisi Militer dan tiga lembar plat bodong. Di sisi lain pajak kendaraannya mati. “Surat kendaraannya ada tapi mati pajak, KTA dan Baret POM diperoleh dari temannya, Abdul Halim yang bertugas di Kodam II Sriwijaya. Sedangkan plat kendaraan ditukar dengan plat palsu,” terangnya.
Terkait tiga anggota Perbakin yang ada didalam mobil Jazz, Kasat Lantas AKP. Al Mahdi menegaskan, mereka hanya sebagai penumpang yang akan mengikuti kejuaraan menembak di Pulau Tiga, Tamiang Hulu. Mereka juga tidak menduga sopir minivan nekad mengelabui petugas mengaku sebagai anggota POM gadungan dengan menunjukan KTA yang tidak singkron antara foto dan nama.
Dijelaskan, adapun nama penumpang mobil Honda Jazz yakni, Amir Hamzah (35) sebagai (sopir). Selanjutnya, Bustami (21), M Isa Yusuf (36) dan M Aulia Syauqi (19). Ketiganya adalah anggota Perbakin Tira SC Kota Langsa.
Setelah mendapat pemeriksaan di Satuan Lalulintas ke empat penumpang Honda Jazz sekaligus barang bukti 9 pucuk senapan angin diserahkan kepada Satreskrim Polres Aceh Tamiang. Pelaku pemalsuan identitas dan tiga penumpang anggota Perbakin tersebut menjalani pemeriksaan di ruang Juru Periksa (Juper) dari siang hingga malam.
Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang Iptu. Ferdian Chandra, S.Sos menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan dan wawancara, Amir Hamzah memiliki KTP dengan identitas palsu serta memiliki kartu tanda prajurit palsu degan identitas palsu. Sedangkan tiga orang lainnya yakni, Bustami, M Isa dan M Aulia anggota Perbakin dari TIRA Shooting Club berikut 9 pucuk senjata senapan angin setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada terlibat dan pada Senin malam diperbolehkan pulang. “Senjatanya ada izin jenis senapan angin caliber 4,5 mm akan digunakan dalam acara Turnamen menembak di lapangan sepak bola PTPN 1 Pulau Tiga Kec. Tamiang Hulu,” terangnya dan menambahkan, terhadap AH pelaku pemalsuan identitas KTP dan KTA TNI AD dijerat Pasal 264 KUHPidana.
Sejumlah anggota Perbakin Tira SC Kota Langsa yang datang mendampingi rekannya diperiksa dijumpai tribratanews.polresacrhtamiang.com, Senin malam di Mapolres Aceh Tamiang membantah kalau senjata yang dibawa rekannya itu tidak ada izin seperti yang diberitakan disejumlah media elektronik maupun cetak. Keberangkatan mereka untuk memenuhi undangan Turnamen menembak di Aceh Tamiang yang diketahui dan mendapat izin Ketua Tira SC dibawah naungan Perbakin Kota Langsa yakni Ketua DPRK Langsa Burhansyah, SH dan Pembina Perbakin Kota Langsa Wakapolres Kompol Andi Kirana, SIK, MH.
“9 pucuk senjata itu hanya senapan angin PCP cal 4,5 mm bukan senjata api dan kami telah memiliki izin surat keterangan kepemilikan (SKK)  dari Perbakin,” sebut Ketua Kontingen Tira SC Langsa, Syafrizal alias Jagat mengklarifikasi.
Humas Atam
Riyan Nanda
loading...