ACEH TAMIANG – Belasan orang preman dan juru parkir liar yang beroperasi di seputaran Kota Kualasimpang diamankan Unit Opsnal Satreskrim Polres Aceh Tamiang, Senin (17/4/2017) malam.
Satu persatu para preman/anak punk yang berprofesi sebagai pengamen jalanan ini serta juru parkir liar diangkut oleh petugas lalu dibawa ke Mapolres Aceh Tamiang.
Mereka diburu aparat dari sejumlah titik sudut kota dalam rangka melaksanakan pemberantasan premanisme dengan mengamankan para juru parkir liar dan anak punk yang mengamen disembarang tempat sehingga menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban masyarakat.
Kapolres Aceh Tamiang, AKBP. Yoga Prasetyo, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu. Ferdian Chandra, S.Sos kepada tribratanews.polresacehtamiang.com membenarkan operasi preman tersebut. Menurutnya, tindakan ini dalam rangka menindak lanjuti program Quick Win Polri Aksi Nasional Pemberantasan Preman dan Premanisme. Sesuai rencana awal kegiatan penertiban preman ini akan digelar dari pukul 20.00 WIB- 21.30 WIB, di Kota Kualasimpang.
Dari aksi pemberantasan preman ini, kita telah mengamankan yaitu beberapa orang yang bertugas sebagai juru parkir liar dan belasan anak punk sekaligus pengamen. “Selama ini keberadaan mereka telah meresahkan dan mengganggu ketertiban masyarakat Aceh Tamiang khususnya di tempat-tempat jajanan malam di Kota Kualampang,” ungkap Ferdian Chandra saat memimpin kegiatan Quick Win Polri tersebut, Senin (17/4) malam.
Sebelumnya, petugas mendapat laporan dari masyarakat kerap terjadi pungutan liar (pungli) oleh oknum juru parkir liar serta  maraknya mobilitas anak punk dengan mengamen di lokasi para pedagang kuliner hingga meresahkan dan mengganggu ketertiban umum.
Kemudian kata Kasat Reskrim, petugas mendatangi tempat yang diinformasikan tersebut langsung menemukan tukang parkir diduga liar sedang  menerima uang jasa parkir. Namun setelah dicek, juru  parkir tersebut namanya tidak terdata di Dinas Perhubungan setempat. Petugas juga mengamankan sejumlah anak muda dengan penampilan mencolok yang sedang asyik mengamen ditengah kerumunan pengunjung PKL. “Karena melanggar, sejumlah juru parkir liar dan anak punk dibawa ke Polres Aceh Tamiang guna diberi pembinaan,” katanya.
Adapun para preman yang diamankan berjumlah 17 orang dari anak punk sebanyak 11 orang dan juru parkir liar enam orang. “Mayoritas juru parkir asal Kualasimpang, Aceh Tamiang. Tapi untuk anak punk kebanyakan dari Medan, Sumatera Utara (Sumut), dan rata-rata usia anak punk berkisar 30 tahun kebawah,” terangnya.
Di Mapolres Aceh Tamiang, mereka dibariskan sambil didata. Asesoris para anak punk juga dilucuti seperti, anting/tindik, gelang tangan, kalung termasuk ikat pinggang. “Semua barang-barang yang ada di hidung, kuping, lengan dan leher mereka kita bersihkan agar jauh dari kesan premanisme. Selain itu mereka diberi pembinaan agar tidak mengganggu ketertiban masyakarat khusunya diwilayah perkotaan. Selanjutnya mereka dilepaskan,” ujarnya sembari merincikan, barang bukti yang diamankan dari juru parkir berupa uang hasil pungut parkir liar Rp 163 ribu. Sedangkan dari anak punk, 32 buah gelang tangan dari benang, sembilan buah kalung rantai dan dua buah ikat pinggang.
Setelah mendapat pembinaan dan pengarahan dari Polisi, para preman dan juru parkir liar yang dirazia ini juga disuruh membuat surat pernyataan agar tidak terjaring penertiban serupa. Terkait hal tersebut, Polisi juga sudah berkoordinasi dengan instanai terkait yakni, Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial Aceh Tamiang untuk dapat bekerjasama menertibkan juru parkir liar dan premanisme di Aceh Tamiang.
Humas Atam
Riyan Nanda
Teks foto: PEMBINAAN: Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang Iptu Ferdian Chandra (kaos biru) didampingi anggota tengah memberi pembinaan serta pengarahan terhadap para preman/anak punk  dan juru parkir liar yang diamankan dari kawasan kota dalam Aksi Nasional Pemberantasan Preman dan Premanisme, di halaman Mapolres setempat, Senin (17/4).
loading...