ACEH TAMIANG – Ratusan buruh perusahaan perkebunan PT Para­sawita yang tergabung dalam Serikat Buruh Muslim Indonesia (Saburmusi) menggelar aksi demo ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang (Atam), Kamis (2/2/2017).

Mereka tiba di kantor wakil rak­yat tersebut sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengendarai mobil bak terbuka dan sepeda motor. Karyawan yang terdiri atas SKO dan buruh harian lepas (BHL) langsung masuk ke halaman Kantor DPRK sembari berorasi menyampaikan tuntutan.

Sedikitnya ada sembilan poin tun­tutan karyawan yang di­sam­paikan melalui koordinator aksi/orator, Suherman, di anta­ranya, para karya­wan PT Parasawita menuntut agar perusahaan membayar gaji mereka yang sudah tiga bulan belum dibayar.

Selain itu, perusahaan didesak segera melunasi tagihan BPJS Kesehatan bagi karyawan agar bisa berobat ke rumah sakit maupun Puskesmas. Pasalnya, saat ini jika karyawan ingin berobat selalu dito­lak pihak medis karena peru­sahaan sudah tiga bulan berjalan belum menyotor uang BPJS Kesehatan.

Beberapa saat kemudian, perwa­kilan massa buruh diper­kenankan masuk ke dalam untuk melakukan dialog. Me­reka diterima oleh Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, Wakil Ke­tua I DPRK, Juanda dan sejumlah anggota DPRK lainnya ter­masuk Sekwan, Syuibun Anwar. Asisten I Bidang Peme­rin­tahan Pemkab Atam Mix Donald, SH juga hadir menjumpai massa buruh di ruang Badan Musyawarah (Bamus).

Mereka kembali menyampaikan sejumlah tuntutan yang belum terealisasi padahal sudah pernah disetujui oleh perusa­haan, di anta­ranya, soal UMP, gaji dan catu beras belum terba­yarkan dan bagi karya­wan yang di PHK harus diberikan hak pesangon. Meminta kepada DPRK dapat me­manggil pimpinan dan pemilik saham PT Parasawita men­jum­pai karyawan untuk penye­lesaian poin-poin tersebut.

Berjanji Menyelesaikan

Ketua DPRA Aceh Tamiang Fadlon, mengatakan, dewan ber­sama pihak eksekutif dan instansi terkait berjanji akan me­nyelesaikan per­soalan yang dihadapi karyawan PT Parasawita tersebut dengan cara memanggil dan meminta tanggung­jawab pihak perusahaan.

“Besok kita akan duduk bersama, berikan kepercayaan ke­pada kami yang akan membela hak-hak buruh sesuai kese­pakatan yang telah kita buat ini. Apa pun hasilnya akan disam­paikan besok dan bisa dikawal oleh perwakilan buruh,” terangnya.

Mendengar pernyataan dari DP­RK Aceh Tamiang akan mem­perjuangkan nasib para buruh yang tidak lagi menerima gaji dari perusa­haan tempat mereka bekerja, satu-persatu pe­ngunjuk rasa yang berada di luar dapat menerima dan membu­barkan diri dengan tertib. Namun ada juga sejumlah buruh dari kaum ibu mengancam akan tetap bertahan di gedung dewan sam­pai tuntutan nmereka terpenuhi.

Kepada tribratanews.polresacehtamiang.com koordinator aksi buruh sekaligus pengurus Sarbumusi Kabupaten Aceh Tamiang Suherman, me­nya­takan, pihaknya mengaku akan bersabar satu hari lagi menuggu janji anggota DPRK Aceh Tamiang untuk dapat memutuskan persoalan nasib buruh yang sudah terkatung-katung akibat perusahaan kolep.

Namun jika DPRK tidak bisa menghadirkan utusan perusa­haan PT Parasawita, maka buruh dan Sar­bumusi akan melanjut­kan aksi demo pada hari kedua sesuai izin demo selama dua hari dari Polres Aceh Tamiang.

“Yang ingin kita sampaikan be­sok, keluarkan hak-hak nor­matif karya­wan yang paling mendasar yaitu gaji dan BPJS Kesehatan sela­ma tiga bulan harus segera diba­yar meskipun mekanismenya diang­sur satu bulan dulu, sisanya belaka­ngan tanpa ada tawar menawar,” tan­dasnya.

Sementara itu, Ketua Sarbumusi Kecamatan Seruway, Zul­basri yang juga mantan karyawan PT Parasa­wita memaparkan, jumlah karyawan PT Parasawita sebanyak 320 orang terdiri atas 306 SKO dan 14 BHL seluruhnya sudah mogok kerja sejak tidak lagi dibayar gajinya oleh perusahaan dengan dalih kondisi keuangan tidak sehat.

Meski sudah menempuh lang­kah-langkah sesuai aturan ke­tena­ga kerjaan lewat Pemda Aceh Tamiang dan Dis­naker setempat, na­mun hingga kini belum ada hasil. “Kita masih terus menunggu sampai saat ini,” ujarnya.

 

Humas Atam

Riyan Nanda

loading...