ACEH TAMIANG – Penyelundupan ganja kering siap edar dari daerah Pinding, Kabupaten Gayo Lues ke Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang digagalkan Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Aceh Tamiang, Minggu (18/6/2017) dini hari.
Selain menyita barang bukti sebanyak 5,5 kg ganja dari desa itu, petugas juga mengamankan tiga orang pria sebagai tersangka yang berperan dari menjemput barang sampai mengedarkan/menjual barang haram tersebut.
Informasi dihimpun tribratanews.polresacehtamiang.com menyebutkan, sejumlah barang bukti ganja dari bungkusan kecil hingga besar telah diamankan Polisi. Diduga para tersangka melakukan transaksi ganja melalui jalur sungai menggunakan boat. Rencananya ganja yang sudah dipres tersebut akan diedarkan ke sejumlah wilayah Aceh Tamiang, bahkan akan diselundupkan ke daerah Sumatera Utara dengan harga per kilo mencapai jutaan rupiah.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo, SIK melalui Kasatres Narkoba Iptu Wijaya Yudistira Putra, SH yang dihubungi tribratanews.polresacehtamiang.com, Minggu (18/6/2017) siang, membenarkan penangkapan pengedar ganja tersebut. Ketiga tersangka masing-masing, MN alias Maknur (38), Zul alias Jainal (43) dan Im alias Iman (44), warga Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Sedangkan barang bukti yang disita sebanyak 5,5 kg daun ganja kering. “Mereka diduga merupakan pengedar ganja dari ukuran kecil (ams) sampai ukuran besar (per kg) main dilokal dan luar daerah,” tandas Wijaya Yudi.
Dipaparkan, setelah tersangka MN ditangkap ditemukan barang bukti awal, yaitu sebuah tas ransel berisikan sejumlah paket ganja kering dari berbagai ukuran sebanyak 1,150 gram dan satu buah timbangan.
Selanjutnya dilakukan pengembangan kasus dengan menangkap tersangka Zul dirumahnya, namun tidak ditemukan barang bukti, kemudian dalam pengembangan kedua berhasil menangkap tersangka Im, dan ditemukan barang bukti berupa sebuah karung berisikan tiga paket ganja ukuran besar dan satu bungkus plastik kresek yang juga berisi daun ganja kering degan berat keseluruhan mencapai 4,400 gram.
Tidak sampai disitu, Polisi juga menyisir dibagian luar belakang rumah pelaku yang dicurigai masih ada barang yang disembunyikan. Para tersangka juga di interogasi kepada siapa saja ganja tersebut telah dijual, namun belum mengaku. “Barang haram tersebut disembunyikan di belakang rumah tersangka. Kita menduga masih ada lagi ganja lainnya yang disimpan pelaku dengan jumlah besar belum terbongkar,” ungkapnya.
Namun demikian peran ketiga tersangka sudah diketahui yakni, Im alias Iman sebagai penampung ganja dari Pinding, Gayo Lues, MN dan Zul sebagai pengedar barang.
Menurut Kasatres Narkoba, beberapa hari lalu pihaknya mendapatkan informasi akan ada peredaran narkotika jenis ganja skala besar berasal dari Gayo Lues masuk ke Dusun Suka Mulia, Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka. Lalu Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Aceh Tamiang langsung melakukan penyelidikan.
Pada hari Minggu (18/6) sekitar pukul 03.30 WIB, Tim yang dipimpin Kasatres Narkoba Iptu. Wijaya Yudi bergerak ke wilayah Hulu Aceh Tamiang melakukan penyergapan dan berhasil menangkap para pelaku. Namun kepada petugas, pelaku berkukuh tidak mau mengaku ada menyimpan sebagian besar ganja lainnya.
“Kita mendapat info ada 100-150 kg ganja yang akan masuk ke Aceh Tamiang. Barang bukti 5,5 kg ganja yang kita amankan diyakini merupakan bagian dari itu. Meski para tersangka tidak mengakui, tapi kita terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tersangka untuk mengembangkan kasus ini,” tegas Iptu Wijaya sembari mengatakan, kemungkinan besar ganja tersebut masuknya melalui jalur air Sungai Tamiang.
Humas Atam
Riyan Nanda
loading...