ACEH TAMIANG – Satu pucuk senjata api laras pendek (pistol) jenis SnW milik Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada masa konflik Aceh sepuluh tahun silam, diserahkan warga kepada pihak berwajib Polsek Kejuruan Muda, Polres Aceh Tamiang.
Penyerahan pistol warna silver berikut tiga butir peluru yang masih aktif tersebut langsung diterima Kapolsek Kejuruan Muda, Iptu Muhammad Isral, SIK didampingi jajarannya di Kantor Mapolsek setempat, Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kepada tribratanews.polresacehtamiang.com, Kapolres Aceh Tamiang AKBP. Yoga Prasetyo, SIK diwakili Kapolsek Kejuruan Muda Iptu. Muhammad Isral, SIK dalam keterangan persnya, Kamis (6/7/2017) mengatakan, penyerahan senjata api pistol tersebut berdasarkan hasil pengembangan lidik dan sidik kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang pernah ditangani terjadi di Dusun Lama, Desa Slamat, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, pada 27 April 2017 silam.
Dari hasil pendalaman dan penggalangan kasus Curas tersebut didapat bahan keterangan (Baket) dari pelaku Curas, bahwa ada senjata api berada diwilayah Pintu Kuari Dusun Lama, Desa Selamat, Tenggulun masih ditanam dalam tanah oleh Kombatan GAM pada saat konflik Aceh 2005 lalu.
Namun menurut Kapolsek, dari hasil bahan keterangan awal ternyata posisi tempat dikuburnya senjata api tersebut telah dibongkar dan dipindah ke lokasi lain. Kemudian dilakukan penggalangan keterangan lain hingga menunjukkan hasil, pada hari Rabu 5 Juli 2017 ada masyarakat datang ke Mapolsek mau menyerahkan satu pucuk senjata pistol warna silver dan tiga butir amunisi aktif warna silver kepada Kapolsek Kejuruan Muda dan Kanit Reskrim.
“Masyarakat menyerahkan senjata api ini secara sukarela, tapi dengan syarat identitasnya minta dirahasiakan dan dijamin keamanannya,” terang Isral.
Dia menegaskan, terhadap jumlah senjata api (senpi) yang ditanam masih belum pasti. Pihak masih terus melakukan penggalangan informasi. Diduga sebagian senpi ada yang masuk kepada jaringan pelaku kriminalitas dan ada juga yang masih dikubur. “Satu pucuk pistol jenis SnW dan tiga butir amunisi yang diserahkan adalah milik anggota Kombatan GAM pada zaman konflik 2005 lalu,” ungkapnya.
Ditambahkan, saat ini jajarannya tengah melakukan penajaman dan pendalaman terhadap keberadaan senjata api lainnya yang masih beredar di masyarakat khususnya diwilayah hukum Polsek Kejuruan Muda. “Kita berharap ada penyerahan senjata selanjutnya kepada pihak berwenang. Jangan sampai senjata api yang masih ditanam jatuh ke tangan orang atau kelompok untuk melakukan aksi kriminalitas,” tandasnya.
Humas Atam
Riyan Nanda
loading...