ACEH TAMIANG – Tim Gabungan Personil Polres Aceh Tamiang melaksanakan Razia dalam rangka Operasi Kilat Rencong 2017 di Depan Mapolres Aceh Tamiang. Senin (06/11/17). Pukul 01.00 WIB.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP. Zulhir Destrian, SIK, MH, melalui Kabag Ops AKP.  joko Kusumadinata,  SH,  SIK didampingi Kasat Reskrim Iptu.  Ferdian Chandra,  S. Sos kepada tribratanews.polresacehtamiang.com mengatakan Polres Aceh Tamiang melaksanakan Operasi Kilat Rencong 2017 (imbangan) dengan cara Razia didepan Mapolres Aceh Tamiang dengan sasaran Senjata Api, Bahan Peledak, Narkoba dan barang-barang terlarang lainnya.

Razia dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Tamiang yang diikuti beberapa Perwira polres lainnya dengan cara memberhentikan dan memeriksa seluruh kendaraan bermotor yang melintas. Hasil yang ditemukan selama pelaksanaan Razia berupa Satu Pucuk Air Soft Gun merk Baikal Makarov MP 654 K Caliber 4,5 mm dan 16 butir Peluru besi berbentuk bulat didalam magazin yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. “Pelaku tersebut bernama Mustafa (38), warga Desa Binjai, Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang”, jelas Kabag Ops.

Namun tak lama berselang, lanjut Kabag Ops, pada pukul 02.00 WIB Personil Polres Aceh Tamiang yang sedang melakukan razia kembali menemukan tujuh pucuk senapan angin dengan spesifikasi caliber berukuran 4,5 mm yang disita dari dua orang pelaku yang masing-masing bernama Pulung Rudiana (45), warga Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sidangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dan M. Trisyanyana (25), warga Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. “Dari keterangan keduanya, senapan angin tersebut akan dijual, namun tidak dilengkapi dokumen yang sah, senapan angin tersebut diproduksi industri rumahan di Kabupaten Majalengka”, jelas Kabag Ops.

Senjata air soft gun hanya diperbolehkan untuk olahraga sehingga bila disalahgunakan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku, termasuk menggunakan Undang-undang Darurat tentang Senjata Api. “Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012, kepemilikan senjata angin harus mendapatkan izin dari Kepolisian. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dan penyalagunaan senjata tersebut”, tutup Kabag Ops.

 

Humas Atam
Riyan Nanda

loading...