TribrataNews.polresacehtamiang.com-Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, SIK. MH melalui Kasat Binmas mengatakan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertibam Masyarakat (Bhabinkamtibmas) bertugas sebagai Konsultan Pemecah Masalah (Problem Solving) di Desa Binaannya.

Tidak semua masalah yang dapat dipecahkan atau diselesaikan bersama Bhabinkamtibmas di Desa, melainkan hanya beberapa macam permasalahan saja sebagaimana di Atur Dalam Qanun Provinsi Aceh Nomor : 9 Tahun 2008 Tentang 18 macam tindak pidana ringan (Tipiring) yang dapat diselesaikan dengan cara Peradilan Adat di Desa.

Bhabinkamtibmas bukan sebagai alat penyelesai masalah di desa melainkan sebagai konsultan menyampaikan gambaran hukum kepada pihak warga yang bertikai di hadapan sidang peradilan adat di Desa yang di pimpin Datok Penghulu bersama perangkatnya sebagai Hakim Adat dan Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) selaku Tim Mediasi Permasalahan.

Dari 18 macam tindak pidana ringan yang di atur dalam Qanun Aceh, tidak diwajibkan harus selesai di desa melainkan apabila kedua belah pihak yang bertikai tidak sepakat berdamai walaupun Bhabinkamtibmas sudah berupaya menyampaikan gambaran hukum, maka Bhabinkamtibmas wajib membawa permasalahan pihak yang bertikai ke Polsek untuk dilakukan penyidikan dan selanjutnya diajukan ke Peradilan Umum.

Selain Konsultan Pemecah Masalah, Personil Bhabinkamtibmas juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga Kemanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Desa papar Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, SIK. MH melalui Kasat Binmas AKP Husni saat di konfirmasi tribrataNews.polresacehtamiang.com di ruang kerjanya pada Jumat (26/1/18).

loading...