Puluhan nelayan Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang membakar sebuah kapal pukat harimau (Trawl) yang kerap beroperasi diperairan Aceh Tamiang, Senin (6/3/2017).

Informasi diperoleh, peristiwa itu terjadi di perairan Ujung Tamiang, Kecamatan Seruway, sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelumya para nelayan melihat ada satu unit kapal trawl beroperasi diperairan laut dangkal tempat para nelayan tradisional mencari tangkapan ikan. Boat trawl tersebut diawaki lima orang ABK dan satu tekong/nahkoda sedang menebar jaring pukat harimau melakukan penangkapan ikan.

Nelayan yang tidak terima lokasinya dijarah, langsung mendatangi kapal pukat trawl tersebut secara beramai-ramai lalu mengamankan para ABK ke pinggir Pantai Pusung Cium. Kemudian para nelayan yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut membakar kapal pukat harimau tersebut.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP. Yoga Prasetyo, SIK yang dihubungi tribratanews.polresacehtamiang.com, membenarkan aksi pembakaran kapal katrol tersebut. Menurut Yoga perkaranya sedang ditangani Polsek Seruway dan TNI AL setempat. “Iya ada, para nelayan membakar kapal trawl, masih didalami motifnya dan belum dilimpahkan ke Polres,” ujarnya.

Kapolsek Seruway AKP. Sumasdiono, S.H., yang dikonfirmasi tribratanews.polresacehtamiang.com via telepon, Senin sore menjelaskan, sejauh ini para ABK dari kapal motor pukat harimau  sebanyak enam orang belum diserahkan ke Polsek setempat. Para ABK langsung diselamatkan oleh personel gabungan terdiri atas TNI AL Pos Seruway, personel Pol Air, Koramil dan Polsek Seruway saat berada diperairan untuk menghindari amukan massa.

Disebutkan, pembakaran kapal dilakukan oleh massa dari nelayan yang tidak terima ada kapal trawl beroperasi bebas dilokasi mereka mencari ikan. “Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Seluruh ABK belum diserahkan ke Polsek, masih berada¬† di Pos TNI AL, karena mereka yang mengamankan lebih awal,” katanya.

Adapun data nama awak kapal/ABK yang diperoleh Analisa yakni, Hamdani (30), pemilik kapal trawl, Muhajir (22) tekong kapal, Ridwan I (37) ABK, Ridwan II (24) ABK, Abdullah (40) ABK, Muslim (33) ABK dan Syaifuddin (30) ABK. Ke enam awak kapal tersebut adalah warga Desa Seunebok Aceh, Peurelak, Aceh Timur.

 

Humas Atam

Riyan Nanda

loading...