ACEH TAMIANG – Kasus kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) diwilayah hukum Polres Aceh Tamiang sepanjang arus mudik lebaran Idul Fitri 1438 H/2017 dilaporkan menurun.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Satlantas Polres Aceh Tamiang menyebutkan, Analisis Evaluasi (Anev) Lakalantas Ops Ramadniya Rencong 2017 yang digelar mulai 19-27 Juni 2017, yakni jumlah Lakalantas yang terjadi hanya sebanyak dua kasus dengan rincian, korban tewas nihil, luka berat satu orang, luka ringan dua orang dan kerugian harta benda/materil sekitar Rp 12 juta.
Salah satu insiden Lakalantas dilaporkan terjadi diruas jalan Nasional lintas Medan-Banda Aceh dikawasan Desa Kebun Tiga, Kecamatan Kejuruan Muda, Rabu (28/6/2017) sekitar pukul 16.00 WIB melibatkan dua kendaraan mobil dan sepeda motor.
Akibat peristiwa tersebut, satu orang, yakni pengendara sepeda motor Dimas Maulana (21) warga Dusun Kelapa Sari Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda mengalami luka berat dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Aceh Tamiang. Kendaraan milik korban juga remuk.
Sementara pengemudi mobil Toyota Agya BK 1587 UK, Neny Sari (32) warga Kelurahan Teladan Medan Lots tidak mengalami luka, hanya saja bodi mobilnya hancur dibagian kanan depan.
Sebelumya, menurut keterangan sejumlah saksi mata dilokasi kejadian menyebutkan, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion BK 6141 AAL melaju dari arah Medan menuju Kualasimpang dengan kecepatan tinggi. Mopen Agya yang dikemudikan Neny Sari melaju dari arah berlawanan.
Sampai dijalan lurus pengemudi mopen menyalip hendak mendahului kendraan lain didepannya sehingga melebar ke kanan. “Karena jarak yang terlanjur dekat pengemudi sepmor tidak dapat menghindar lagi. Mopen itu menabrak sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan,” kata Yusda seorang saksi mata.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP. Yoga Prasetyo, SIK melalui Kasat Lantas AKP. Dede Kurniawan, SIK membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar ada, pengendara sepeda motor Yamaha Vixion BK 6141 AAL mengalami patah tulang paha sebelah kanan sudah dibawa ke RSUD Aceh Tamiang kemudian di rujuk ke RSUD Langsa,” terangnya sembari mengatakan, kendaraan yang kontra juga telah dievakuasi ke Unit Lakalantas Kota Kualasimpang.
Dede Kurniawan memaparkan, jumlah Lakalantas sampai dengan, Kamis (29/6/2017) dalam suasana arus mudik lebaran tahun ini tercatat ada tiga kejadian Lakalantas. Dibandingkan tahun lalu angka tersebut masih sama tidak ada peningkatan dan bisa dikatakan jumlah korban turun.
Menurutnya, faktor penyebab terjadinya kecelakaan berdasarkan data dilapangan masih dominasi human eror. Adapun langkah-langkah yang sudah dilakukan pihaknya dalam hal antisipasi rawan Lakalantas selama kegiatan Ops Ramadniya arus mudik lebaran, yakni memasang spanduk himbauan di daerah rawan kecelakaan, sinergi degan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tamiang dengan memasang rambu-rambu peringatan rawan Lakalantas.
“Kita juga melaksanakan cek kesehatan bagi sopir angkutan dan cek layak jalan kendaraan angkutan di Terminal Kota Kualasimpang. Selanjutnya giat sosialisasi himbauan rawan Lakalantas dengan melakukan bentuk inovasi seperti pembagian handuk dan kopi gratis kepada para sopir angkutan dan pemudik lainnya yang lelah dalam perjalanan dengan tujuan agar tidak ngantuk dalam berkendara dijalan,” ujarnya.
Humas Atam
Riyan Nanda
loading...